
Menentukan harga tarif layanan kesehatan bukan hanya soal “mahal atau murah”, tapi harus berdasarkan perhitungan biaya yang akurat. Salah satu fondasi penting dalam menyusun tarif adalah mengetahui harga pokok tarif, atau biasa disebut sebagai biaya dasar tarif layanan kesehatan.
Artikel ini akan membahas cara sistematis menentukan biaya dasar tarif layanan kesehatan agar Anda bisa membuat keputusan tarif yang adil bagi pasien dan tetap menguntungkan bagi institusi kesehatan.
1. Apa Itu Harga Pokok Tarif?
Harga pokok tarif adalah total biaya yang dikeluarkan oleh instansi kesehatan untuk memberikan suatu layanan kesehatan, sebelum ditambahkan margin keuntungan. Ini adalah titik dasar dalam menentukan harga jual atau tarif yang rasional.
Contoh: Tarif untuk tindakan “pemasangan infus” yang berlaku adalah Rp 50.000. Dari satu tindakan tersebut ternyata dibutuhkan pengeluaran biaya untuk jasa dokter dan penggunaan barang infus dengan total Rp 35.000. Biaya total itulah yang disebut sebagai harga pokok tarif. Sehingga kita dapat mengetahui besaran marginnya yaitu Rp 15.000 atau sebesar 30%.
Bila kita dapat mengetahui harga pokok di awal, maka kita juga bisa menentukan besaran margin dengan lebih bijak. Tentunya penentuan margin ini masih akan dihitung kembali dengan perkiraan volume penjualan untuk mencapai target bisnis tertentu
2. Komponen pada Harga Pokok Tarif
Harga pokok tarif terdiri dari berbagai elemen biaya yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
A. Biaya Langsung:
- Tenaga medis: jasa dokter, jasa perawat per tindakan
- Bahan habis pakai: sarung tangan, jarum, infus, kapas, reagent
- Obat-obatan: bila ini termasuk ke dalam tindakan
- Penggunaan alat medis: amortisasi alat bila digunakan spesifik
B. Biaya Tidak Langsung (Overhead):
- Listrik, air, AC
- Administrasi (penerimaan pasien, kasir)
- Software, lisensi, sistem informasi
- Kebersihan dan keamanan
Biaya tidak langsung biasanya dihitung secara pro-rata per tindakan, tergantung estimasi volume layanan.
Pada umumnya, setiap tarif biasanya terdiri dari komponen biaya langsung karena lebih mudah untuk menentukan besarannya. Sedangkan biaya tidak langsung dapat dievaluasi dampaknya pada laba rugi rumah sakit. Namun bila kita dapat menentukan biaya tidak langsung dari suatu tarif, maka hal tersebut dapat membantu kita dalam menentukan harga pokok tarif yang lebih valid.
3. Studi Kasus Perhitungan Harga Pokok Tarif
Studi Kasus 1 : Harga Pokok Tarif Sederhana
Pada studi kasus sederhana, harga pokok tarif dapat diketahui dengan membuat rincian atas biaya langsung pada tarif tersebut. Dan biasanya, tarif sederhana ini hanya terdiri dari sedikit biaya langsung saja. Sehingga kita sangat mudah dalam menghitungnya.
Misalnya, tarif pemeriksaan dokter sebagai contohnya. Suatu klinik memiliki kesepakatan dengan dokter yang sedang praktek, yaitu dokter mendapatkan jasa layanan pemeriksaan pasien sebesar Rp 100.000,-. maka harga pokok tarif layanan pemeriksaan dokter adalah Rp 100.000,-.
Kemudian klinik tersebut menambahkan margin dari layanan pemeriksaan dokter tersebut sebesar 35%. Maka nilai margin yang diperoleh adalah Rp 35.000,-. Sehingga tarif layanan pemeriksaan dokter yang dikenakan kepada pasien adalah
Harga pokok tarif + margin = tarif layanan
Rp 100.000 + Rp 35.000 = Rp 135.000,-
Studi Kasus 2 : Harga Pokok Tarif Multi Biaya
Pada kasus harga pokok tarif multi biaya ini mirip dengan biaya dasar tarif sederhana, namun perbedaanya adalah komponen biayanya lebih banyak. Beberapa contoh tarif multi biaya adalah tarif tindakan medis non operatif, tarif tindakan medis operatif, dan tarif laboratorium.
Kita coba bahas dengan contohnya. Misalnya sebuah rumah sakit ingin menentukan tarif tindakan medis non operatif yaitu tindakan jahit luka. Kita perlu merincikan terlebih dulu biaya yang dikeluarkan saat terjadi tindakan jahit luka.
Rincian biaya dasar tarif tindakan jahit luka :
- Biaya bahan medis habis pakai (BMHP) sudah termasuk benang, kasa steril, kapas steril, povidone iodine, dll : Rp 50.000,-
- Biaya sewa alat medis : Rp 15.000,-
- Biaya jasa medis : Rp 125.000,-
- Biaya jasa perawat : Rp 30.000,-
Kita mendapatkan total biaya dasar tarif tindakan jahit luka adalah Rp 220.000,-. Dari biaya ini, rumah sakit menentukan margin yang diperoleh dari tindakan medis ini adalah 35% yaitu senilai Rp 77.000,-. Sehingga dari sini ditentukan bahwa tarif tindakan jahit luka yang dikenakan kepada pasien adalah
Biaya dasar tarif + margin = tarif layanan
Rp 220.000 + Rp 77.000 = Rp 297.000,-
Studi Kasus 3 : Harga Pokok Tarif Paket
Pada studi kasus tarif paket, pendekatan penentuan harga pokok tarif dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa komponen layanan kesehatan ke dalam satu paket yang utuh. Paket ini umumnya digunakan untuk layanan-layanan yang terdiri dari rangkaian tindakan atau penggunaan sumber daya secara menyeluruh, seperti paket persalinan, paket operasi, atau paket rawat inap.
Tarif paket memiliki karakteristik khusus karena menyederhanakan komponen biaya yang kompleks menjadi satu harga yang lebih mudah dipahami pasien, namun tetap harus memperhitungkan seluruh biaya langsung dan tidak langsung yang relevan. Hal ini menjadikan tarif paket sebagai salah satu bentuk harga pokok tarif yang strategis dalam pengelolaan keuangan rumah sakit maupun dalam penyusunan strategi pemasaran layanan.
Mari kita bahas dengan satu contoh konkret, yaitu:
Sebuah rumah sakit ingin menyusun tarif paket persalinan normal untuk pasien umum. Rumah sakit ingin menyederhanakan proses administrasi dan memberikan transparansi harga bagi pasien, sekaligus tetap menjaga keuntungan rumah sakit.
Rincian Biaya Dasar Tarif Paket Persalinan Normal
Komponen Biaya | Nilai (Rp) |
---|---|
Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) | 200.000 |
Obat-obatan (pra dan pasca persalinan) | 150.000 |
Biaya Sewa Ruang Bersalin | 300.000 |
Biaya Tenaga Medis (dokter, bidan, perawat) | 500.000 |
Biaya Laboratorium (pemeriksaan dasar) | 100.000 |
Biaya Administrasi dan Pendukung | 50.000 |
Total Biaya Dasar | Rp 1.300.000 |
Rumah sakit kemudian ingin menetapkan margin keuntungan sebesar 25% dari total biaya dasar, sebagai bagian dari strategi finansial yang kompetitif.
Perhitungan Margin dan Tarif Paket
- Margin 25% dari Rp 1.300.000 = Rp 325.000
- Tarif layanan paket persalinan normal = Rp 1.300.000 + Rp 325.000 = Rp 1.625.000
Tarif ini kemudian ditetapkan sebagai tarif paket persalinan normal yang berlaku di rumah sakit, mencakup seluruh biaya layanan medis dari awal hingga pasien diperbolehkan pulang, tanpa tambahan biaya tersembunyi.
Menentukan harga pokok tarif adalah fondasi penting dalam pengelolaan keuangan rumah sakit. Dengan mengetahui berapa biaya dasar setiap layanan, manajemen bisa menyusun tarif yang sehat, adil, dan berkelanjutan. Mulailah dengan satu layanan hari ini. Kecil, tapi berdampak besar ke masa depan institusi Anda.
Bila Anda ingin berkonsultasi dengan kami untuk mendiskusikan perencanaan tarif rumah sakit yang tepat. Silahkan menghubungi whatsapp kami