Metode ABC Stok Farmasi: Pengendalian Biaya Rumah Sakit

Metode ABC Stok Farmasi: Pengendalian biaya rumah sakit dan klinik yang lebih efisien
Image by freepik

Biaya farmasi menyumbang sebagian besar pengeluaran operasional rumah sakit maupun klinik. Tanpa strategi pengelolaan yang tepat, anggaran bisa membengkak akibat stok obat berlebih atau habis mendadak. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah klasifikasi ABC. Metode ABC stok farmasi ini membantu manajemen rumah sakit fokus pada obat-obat dengan nilai anggaran terbesar agar efisiensi lebih mudah tercapai.

Apa Itu Metode ABC?

Metode ABC (Activity Based Classification) adalah cara mengelompokkan obat berdasarkan kontribusi nilainya terhadap total anggaran:

  • Kelompok A: sekitar 70% dari total nilai anggaran, meskipun jumlah item relatif kecil. Obat di kelompok ini butuh pemantauan ketat harian.
  • Kelompok B: sekitar 20% dari nilai anggaran, dengan jumlah item menengah. Pemantauan bisa dilakukan mingguan atau bulanan.
  • Kelompok C: hanya 10% dari nilai anggaran, meskipun jumlah item banyak. Pengawasan cukup dilakukan secara berkala.

Dengan pendekatan ini, manajemen bisa mengalokasikan sumber daya untuk mengawasi item yang benar-benar mempengaruhi keuangan

Cara Menghitung Klasifikasi Metode ABC Stok Farmasi

Untuk menerapkan metode ABC dalam stok farmasi, rumah sakit/klinik membutuhkan data berikut:

  1. Harga satuan obat / harga beli obat
  2. Jumlah konsumsi obat per tahun (atau periode tertentu).

Langkah pengolahan:

  1. Hitung nilai tahunan tiap obat:
    Nilai Tahunan = Harga Satuan × Jumlah Konsumsi.
  2. Urutkan obat dari nilai terbesar hingga terkecil.
  3. Hitung persentase kumulatif terhadap total anggaran.
  4. Tentukan kategori:
    • A = ±70% nilai teratas.
    • B = ±20% berikutnya.
    • C = ±10% sisanya.

Contoh Sederhana

Total anggaran pembelian obat: Rp100 juta

ObatNilai Tahunan% Terhadap Total% Kumulatif
Obat ARp40 juta40%40%
Obat BRp25 juta25%65%
Obat CRp20 juta20%85%
Obat DRp10 juta10%95%
Obat ERp5 juta5%100%
  • Obat A & B (40% + 25% = 65%) → Kelompok A (≈70% anggaran).
  • Obat C (20%) → Kelompok B (≈20%).
  • Obat D & E (15%) → Kelompok C (≈10%).

Manfaat Metode ABC Stok Farmasi

  1. Efisiensi Anggaran
    Fokus pada obat bernilai tinggi agar tidak terjadi overstock.
  2. Pengendalian Stok Obat Vital
    Obat kelompok A biasanya juga krusial untuk pelayanan pasien.
  3. Optimasi Proses Pengadaan
    Membantu bagian logistik menentukan prioritas pemesanan.
  4. Penghematan Biaya Operasional
    Mengurangi risiko kedaluwarsa dan kerugian akibat stok berlebih.

Kesimpulan

Klasifikasi ABC adalah langkah sederhana namun berdampak besar dalam manajemen stok farmasi rumah sakit dan klinik. Dengan fokus pada obat bernilai tinggi, manajemen bisa menghemat anggaran, menghindari kekurangan stok vital, dan meningkatkan efisiensi operasional. Integrasi metode ini ke dalam SIMRS membuat pemantauan lebih mudah dan real-time.